Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH,.MH di dampingi Plt. Kadis Pertanian dan Hortikultura. Delia Giay, Wakil Ketua I DPRK Petrus Hamokwarong, Kapolres Jayapura. AKBP. Umar Nasatekay, Kepapa Distrik Evans Yoku, melalukan panen perdana di Kampung Sekori, Distrik Kemtuk. Kamis, 27/3/2025 (Foto;HumasPemkab)
SENTANI | Papuareels.id – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH, menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis pertanian, perkebunan, dan peternakan di tingkat kampung. Hal itu ia sampaikan dalam acara panen perdana jagung di Kampung Sekodi, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/3).
Dalam sambutannya, Bupati menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus dimulai dari pemanfaatan sumber daya lokal. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan tiga zona prioritas pembangunan ekonomi, yakni:
1. Zona Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan di wilayah Griminawa.
2. Zona Perikanan Laut dan Pariwisata di wilayah Tanah Merah, Depapre, dan Demta.
3. Zona Perikanan Tawar dan Jasa di wilayah Sentani.
"Kita harus berhenti hanya berbicara tanpa aksi. Negeri ini kaya, tapi jika kita tidak mengelolanya, kita akan terus tertinggal. Saya ingin petani tidak hanya menanam, tetapi juga memiliki kepastian pasar untuk hasil panennya," ujar Yunus Wonda.
Ia meminta Dinas Pertanian dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan ketersediaan fasilitas pertanian, alat pengolahan, serta sistem distribusi hasil panen. Menurutnya, tanpa strategi pemasaran yang jelas, petani akan kesulitan menjual hasil produksi mereka.
Bupati juga mengingatkan agar kesalahan yang terjadi di daerah lain, seperti di Keerom, tidak terulang. Di wilayah tersebut, ribuan hektare jagung ditanam, namun kurangnya fasilitas pengolahan membuat hasil panen tidak termanfaatkan dengan optimal.
Selain itu, Bupati menegaskan komitmennya untuk menjalankan program pemerintah pusat, yakni penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Program ini, menurutnya, bisa menjadi peluang bagi petani lokal untuk memasok kebutuhan pangan.
"Kita tidak boleh terus bergantung pada pasokan dari luar Papua. Kita punya tanah yang luas, kita bisa tanam sendiri. Saya ingin Geriminawa menjadi salah satu daerah pemasok terbesar untuk kebutuhan pangan lokal," tegasnya.
Bupati juga meminta OPD untuk menjalin kerja sama dengan pihak yang memiliki keahlian dalam pertanian guna meningkatkan produktivitas petani. Ia mencontohkan bagaimana Tiongkok mampu mengembangkan pertanian sebagai sektor utama ekonomi nasional.
"Kita bisa menanam, tapi jika tidak ada pasar yang jelas, semua akan sia-sia. Maka dari itu, pemerintah akan membangun pusat agro di Sentani untuk menampung hasil pertanian masyarakat," katanya.
Di akhir sambutannya, Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pembangunan ekonomi berbasis kampung agar masyarakat lebih mandiri dan tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri. (HumasPemkab/DanTop)